Monday, May 24, 2010

Jaya Baya : Serat Jangka [Part I]

Jangka Jayabaya yang kita kenal sekarang ini adalah gubahan dari Kitab Musarar, yang sebenarnya untuk menyebut "Kitab Asrar" Karangan Sunan Giri ke-3 . Selanjutnya para pujangga dibelakang juga menyebut nama baru itu.

Kitab Asrar itu memuat lkhtisar (ringkasan) riwayat negara Jawa, yaitu gambaran gilir bergantinya negara sejak jaman purbakala hingga jatuhnya Majapahit lalu diganti dengan Ratu Hakikat ialah sebuah kerajaan Islam pertama di Jawa yang disebut sebagai ”Giri Kedaton". Giri Kedaton ini nampaknya Merupakan jaman peralihan kekuasaan Islam pertama di Jawa yang berlangsung antara 1478-1481 M, yakni sebelum Raden Patah dinobatkan sebagai Sultan di Demak oleh para Wali pada 1481 M. Namun demikian adanya keraton Islam di Giri ini masih bersifat ”Hakikat” dan diteruskan juga sampai jaman Sunan Giri ke-3.

Oleh Pujangga, Kitab Asrar digubah dan dibentuk lagi dengan pendirian dan cara yang lain, yakni dengan jalan mengambil pokok/permulaan cerita Raja Jayabaya dari Kediri. Nama mana diketahui dari Kakawin Bharatayudha, yang dikarang oleh Mpu Sedah pada tahun 1079 Saka = 1157 M atas titah Sri Jayabaya di Daha/ Kediri.
Setelah mendapat pathokan/data baru, raja Jayabaya yang memang dikenal masyarakat sebagai pandai meramal, sang pujangga (Pangeran Wijil) lalu menulis kembali, dengan gubahan "JANGKA JAYABAYA" dengan ini yang dipadukan antara sumber Serat Bharatayudha dengan kitab Asrar serta gambaran pertumbuhan negara-negara dikarangnya sebelumnya dalam bentuk babad.

Lalu dari hasil, penelitiannya dicarikan Inti sarinya dan diorbitkan dalam bentuk karya-karya baru dengan harapan dapat menjadi sumber semangat perjuangan bagi generasi anak cucu di kemudian hari. source : wikipedia

Inilah sekelumit bagian dari kebudayaan kita yang wajib kita lestarikan dan wariskan ke generasi berikutnya.
Penulis coba sampaikan versi gubahan (versi surakartan) kemudian coba penulis terjemahkan dan tafsirkan dengan segala keterbatasan penulis.

penulis sangat menghargai segala saran dan kritik yang dapat membangun.


JANGKA JAYABAYA


Mbesuk jen wis ana kreta mlaku tanpa turangga



Tanah Djawa kalungan wesi,
Prahu mlaku ing a duwur awang2.
Kali pada ilang kedunge, iku tanda yen jaman Jayabaya wis cedak

Akeh janji ora ditepati.

Akeh wong wani nglanggar sumpahe dewe, Manungso pada seneng nyalah , tan ngendah-ake hukum Allah

Barang jahat diangkat-angkat , barang suci dibenci

Hukuman ratu ora adil, akeh pangkat sing jahat lan jajil

Kelakuan pada ganjil, wong sing apik kepencil.

Makarya apik, luwih becik ngapusi.

Wong agung kesinggung, wong ala kepuja-puja.

Wong wadon ilang wanitane ilang wirange.

Wong lanang ilang lanange,priya ilang prawirane

Akeh udan salah mangsa, akeh perawan tua, akeh randameteng, akeh bayi takon bapa.

Agama akeh kang nantang, kamanungsan saya ilang.

Olah suci pada dibenci , olah ala pada dipuja

Wanadya pada wani ngendi-ngendi

Sing Weruh ketuduh, sing ora ya ketuduh

Mbesuk yen ana prang saka wetan, kulon, lor lan wong cilik saya sengsara lan mbendul, Wong jahat mlarat brekat

Sing Curang makin garang ,sing jujur kojur, wong dagang keplanggang

Judi pada dadi, akeh barang haram, akeh anak haram, prawan cilik nyidam

Wanita nglanggar priya, isih bayi pada bayi

Sing Priya pada ngasorake drajade dewe

Bumi saya suwe saya mengkeret

Sekilan bumi dipajegi

Jaran doyan sambel

Kretane roda papat satugel

Wong wadon nganggo pakean lanang

Iku tandane yen bakal nemoni wolak-waliking jaman

Akeh manungsa ngutamakake real, lali kemanungsan

Lali kebecikan, lali sanak kadang

Akeh biyung lali anak,akeh anak nlandung biyunge

Akeh bapa lali anak. Akeh anak wani nglawan ibu.

Nantang bapa.Sedulur padha cidra.

Kulawarga padha curiga.Kanca dadi mungsuh.

Akeh manungsa lali asale.

Ukuman Ratu ora adil.Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.

Akeh kelakuan sing ganjil.




Translate n Tafsiran Bahasa Indonesia (Kurang-Lebih mohon Maaf).



Besok jika ada kereta berjalan tanpa kuda (Kereta zaman sekarang)

Tanah Jawa berkalung besi (Rel kereta Api)

Perahu terbang diatas angkasa (Pesawat Terbang, Pesawat Ulang-alik)

Sungai pada hilang danaunya / sumbernya (Sungai-Sungai Buatan [BKT :P])

Itulah pertanda jaman Jayabaya sudah dekat

Banyak janji tidak ditepati

Banyak orang melanggar sumpahnya sendiri

Manusia senang berbuat salah, tidak mengindahkan hukum Tuhan.

Sesuatu yang jahat diagungkan , sesuatu yang suci/baik dibenci

Hukuman penguasa tidak adil, banyak yang jahat dan jahiliyah.

Kelakuan orang pada aneh, Orang berbuat baik terkucilkan

Berbuat baik malah merasa malu, lebih baik berbohong

Orang Besar tersinggung, orang jahat dipuja-puja/ dihormati

Wanita hilang kewanitaanya, hilang malunya

Laki-laki hilang kelaki-lakianya, hilang keberaniannya

Banyak Hujan tidak tepat /sesuai musimnya, (Regulasi musim kacau)

Banyak perawan tua, (Banyak yang menikah di usia tua)

Banyak janda hamil, (Banyak Janda hamil tanpa suami baru)

Banyak bayi bertanya siapa bapaknya, (Banyak bayi tanpa bapak :o)

Agama banyak ditentang, (Banyak kan kasus rosul² baru :p)

Rasa kemanusiaan makin hilang (Tiap hari di berita siang juga banyak)

Kelakuan baik dibenci, Kelakuan buruk di puja

Wanita pada berani dimana-mana (“berani”)

yang tahu ketuduh, yang tidak tahu juga (Banyak orang cari kambing hitam)

Besok jika ada perang di Timur, Barat, Utara, dan Selatan rakyat kecil semakin sengsara dan menderita. Orang Jahat miskin dan melarat.

Yang curang berani, yang jujur hancur,

orang berdagang kepalsuan. (barang dagang banyak yg palsu)

Judi semakin menjadi, Banyak anak haram, banyak gadis kecil yg hamil.

Wanita berani sama laki-lakinya, Masih kecil (anak2) sudah punya anak.

Yang laki-laki merendahkan derajatnya sendiri

Bumi semakin menyusut /mengecil (Internet + HP >> Bumi menciut kan?)

Setiap jengkal tanah dipajak (kios kaki lima aja kena pajak kan?)

Kuda doyan sambal

Kereta beroda empat terpotong

Perempuan berpakaian laki-laki

Itu pertanda akan menemui jaman yang serba terbalik

Banyak manusia mengutamakan harta, lupa rasa kemanusiaan

Banyak ibu melupakan anak, banyak anak berani sama ibunya

Banyak bapak melupakan anaknya, anak berani melawan ibu nya.

Banyak anak melawan bapaknya, sesama saudara saling menyakiti.

Sanak keluarga saling curiga, Banyak teman jadi musuh.

Banyak manusia lupa asalnya (“lupa daratan”)

Hukuman raja tidak adil (maksudnya hakim pada disuap kali :p)

Banyak pangkat yang jahat dan ganjil (cermin pemerintah kita)

Banyak kelakuan yang ganjil (yang bikin blog ini termasuk ga ya?)


Masih bersambung kisanak....



Read More..