starting: starting
A lot of people has lost within these questions, and most of them are still lost, what about me? absolutely, I am one of the lost one, but things will be different if we try to look to other side, and that could make thousand possibilities of the explanations. I am no expert on this matter but at-least I try to figure out the answer of those questions
Thursday, June 7, 2012
starting
Monday, May 24, 2010
Jaya Baya : Serat Jangka [Part I]
Jangka Jayabaya yang kita kenal sekarang ini adalah gubahan dari Kitab Musarar, yang sebenarnya untuk menyebut "Kitab Asrar" Karangan Sunan Giri ke-3 . Selanjutnya para pujangga dibelakang juga menyebut nama baru itu.
Kitab Asrar itu memuat lkhtisar (ringkasan) riwayat negara Jawa, yaitu gambaran gilir bergantinya negara sejak jaman purbakala hingga jatuhnya Majapahit lalu diganti dengan Ratu Hakikat ialah sebuah kerajaan Islam pertama di Jawa yang disebut sebagai ”Giri Kedaton". Giri Kedaton ini nampaknya Merupakan jaman peralihan kekuasaan Islam pertama di Jawa yang berlangsung antara 1478-1481 M, yakni sebelum Raden Patah dinobatkan sebagai Sultan di Demak oleh para Wali pada 1481 M. Namun demikian adanya keraton Islam di Giri ini masih bersifat ”Hakikat” dan diteruskan juga sampai jaman Sunan Giri ke-3.
Oleh Pujangga, Kitab Asrar digubah dan dibentuk lagi dengan pendirian dan cara yang lain, yakni dengan jalan mengambil pokok/permulaan cerita Raja Jayabaya dari Kediri. Nama mana diketahui dari Kakawin Bharatayudha, yang dikarang oleh Mpu Sedah pada tahun 1079 Saka = 1157 M atas titah Sri Jayabaya di Daha/ Kediri.
Setelah mendapat pathokan/data baru, raja Jayabaya yang memang dikenal masyarakat sebagai pandai meramal, sang pujangga (Pangeran Wijil) lalu menulis kembali, dengan gubahan "JANGKA JAYABAYA" dengan ini yang dipadukan antara sumber Serat Bharatayudha dengan kitab Asrar serta gambaran pertumbuhan negara-negara dikarangnya sebelumnya dalam bentuk babad.
Lalu dari hasil, penelitiannya dicarikan Inti sarinya dan diorbitkan dalam bentuk karya-karya baru dengan harapan dapat menjadi sumber semangat perjuangan bagi generasi anak cucu di kemudian hari. source : wikipedia
Inilah sekelumit bagian dari kebudayaan kita yang wajib kita lestarikan dan wariskan ke generasi berikutnya.
Penulis coba sampaikan versi gubahan (versi surakartan) kemudian coba penulis terjemahkan dan tafsirkan dengan segala keterbatasan penulis.
penulis sangat menghargai segala saran dan kritik yang dapat membangun.
Mbesuk jen wis ana kreta mlaku tanpa turangga
Tanah Djawa kalungan wesi,
Prahu mlaku ing a duwur awang2.
Kali pada ilang kedunge, iku tanda yen jaman Jayabaya
Akeh janji ora ditepati.
Akeh wong wani nglanggar sumpahe dewe, Manungso pada seneng nyalah , tan ngendah-ake hukum Allah
Barang jahat diangkat-angkat , barang suci dibenci
Hukuman ratu ora adil, akeh pangkat sing jahat lan jajil
Kelakuan pada ganjil, wong sing apik kepencil.
Makarya apik, luwih becik ngapusi.
Wong agung kesinggung, wong ala kepuja-puja.
Wong wadon ilang wanitane ilang wirange.
Wong lanang ilang lanange,priya ilang prawirane
Akeh udan salah mangsa, akeh perawan tua, akeh randameteng, akeh bayi takon bapa.
Agama akeh kang nantang, kamanungsan saya ilang.
Olah suci pada dibenci , olah ala pada dipuja
Wanadya pada wani ngendi-ngendi
Sing Weruh ketuduh, sing ora ya ketuduh
Mbesuk yen ana prang saka wetan, kulon, lor lan wong cilik saya sengsara lan mbendul, Wong jahat mlarat brekat
Sing Curang makin garang ,sing jujur kojur, wong dagang keplanggang
Judi pada dadi, akeh barang haram, akeh anak haram, prawan cilik nyidam
Wanita nglanggar priya, isih bayi pada bayi
Sing Priya pada ngasorake drajade dewe
Bumi saya suwe saya mengkeret
Sekilan bumi dipajegi
Jaran doyan sambel
Kretane roda papat satugel
Wong wadon nganggo pakean lanang
Iku tandane yen bakal nemoni wolak-waliking jaman
Akeh manungsa ngutamakake real, lali kemanungsan
Lali kebecikan, lali sanak kadang
Akeh biyung lali anak,akeh anak nlandung biyunge
Akeh bapa lali anak. Akeh anak wani nglawan ibu.
Nantang bapa.Sedulur padha cidra.
Kulawarga padha curiga.Kanca dadi mungsuh.
Akeh manungsa lali asale.
Ukuman Ratu ora adil.Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.
Akeh kelakuan sing ganjil.
Translate n Tafsiran Bahasa
Besok jika ada kereta berjalan tanpa kuda (Kereta zaman sekarang)
Tanah Jawa berkalung besi (Rel kereta Api)
Perahu terbang diatas angkasa (Pesawat Terbang, Pesawat Ulang-alik)
Sungai pada hilang danaunya / sumbernya (Sungai-Sungai Buatan [BKT :P])
Itulah pertanda jaman Jayabaya sudah dekat
Banyak janji tidak ditepati
Banyak orang melanggar sumpahnya sendiri
Manusia senang berbuat salah, tidak mengindahkan hukum Tuhan.
Sesuatu yang jahat diagungkan , sesuatu yang suci/baik dibenci
Hukuman penguasa tidak adil, banyak yang jahat dan jahiliyah.
Kelakuan orang pada aneh, Orang berbuat baik terkucilkan
Berbuat baik malah merasa malu, lebih baik berbohong
Orang Besar tersinggung, orang jahat dipuja-puja/ dihormati
Wanita hilang kewanitaanya, hilang malunya
Laki-laki hilang kelaki-lakianya, hilang keberaniannya
Banyak Hujan tidak tepat /sesuai musimnya, (Regulasi musim kacau)
Banyak perawan tua, (Banyak yang menikah di usia tua)
Banyak janda hamil, (Banyak Janda hamil tanpa suami baru)
Banyak bayi bertanya siapa bapaknya, (Banyak bayi tanpa bapak :o)
Agama banyak ditentang, (Banyak
Rasa kemanusiaan makin hilang (Tiap hari di berita siang juga banyak)
Kelakuan baik dibenci, Kelakuan buruk di puja
Wanita pada berani dimana-mana (“berani”)
yang tahu ketuduh, yang tidak tahu juga (Banyak orang cari kambing hitam)
Besok jika ada perang di Timur, Barat, Utara, dan Selatan rakyat kecil semakin sengsara dan menderita. Orang Jahat miskin dan melarat.
Yang curang berani, yang jujur hancur,
orang berdagang kepalsuan. (barang dagang banyak yg palsu)
Judi semakin menjadi, Banyak anak haram, banyak gadis kecil yg hamil.
Wanita berani sama laki-lakinya, Masih kecil (anak2) sudah punya anak.
Yang laki-laki merendahkan derajatnya sendiri
Bumi semakin menyusut /mengecil (Internet + HP >> Bumi menciut kan?)
Setiap jengkal tanah dipajak (kios kaki lima aja kena pajak kan?)
Kuda doyan sambal
Kereta beroda empat terpotong
Perempuan berpakaian laki-laki
Itu pertanda akan menemui jaman yang serba terbalik
Banyak manusia mengutamakan harta, lupa rasa kemanusiaan
Banyak ibu melupakan anak, banyak anak berani sama ibunya
Banyak bapak melupakan anaknya, anak berani melawan ibu nya.
Banyak anak melawan bapaknya, sesama saudara saling menyakiti.
Sanak keluarga saling curiga, Banyak teman jadi musuh.
Banyak manusia lupa asalnya (“lupa daratan”)
Hukuman raja tidak adil (maksudnya hakim pada disuap kali :p)
Banyak pangkat yang jahat dan ganjil (cermin pemerintah kita)
Banyak kelakuan yang ganjil (yang bikin blog ini termasuk ga ya?)
Read More..
